Cerita Dewasa - PARTAI99 - Sebut saja nama saya Andrean. Sdh menikah dan punya 1 orang anak. Saya tinggal diwilayah yg masuk sebagai wilayah Bogor tp saya bekerja di Jakarta. Sebelum saya menceritakan pengalaman-pengalaman yg pernah saya alami, saya minta maaf kalau cara saya bercerita tdk begitu bagus karena saya memang bukan penulis.


ini berawal ketika saya kuliah di Bandung dan jauh dari orangtua. Karena jauh dari orang tua maka saya berpikir inilah kesempatan bagi saya untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru terutama tentu saja soal seks. Dari info-info yg saya terima dari teman-teman yg berpengalaman, saya tau banyak hal-hal yg berkaitan dgn sex.


Penyewaan LD porno ( waktu itu belum ada VCD hihihihihihi ), majalah, stensilan, tempat perempuan yg bisa diajak gituan, tempat jual obat kuat, obat tidur, alat kontrasepsi ( kalo ini mah dimana-mana sdh banyak ). Kalo soal gaya dan posisi-posisi sex itu sih belajarnya dari film bokep.



Saya sendiri masih perjaka ting ting saat itu dan sdh sangat ingin melepaskan keperjakaan saya ( hehehe… ). Sayangnya setelah kuliah 1 semester, saya belum dapat pacar jg. Maklum kampus saya adalah kampus teknik ternama yg 90% isinya cowok jadi ya persaingannya ketat.


Saya sendiri bukan termasuk cowok yg beruntung alias gak kebagian cewek sekampus bahkan ya itu tadi tdk punya pacar. Padahal saya udah dapat banyak “ilmu” dari teman-teman saya terutama dari Ridwan , teman kosku yg sdh ambil tugas akhir. Dia kuliahnya beda jurusan tp masih sekampus. Saya bahkan sdh diajari olehnya bagaimana cara bisa berhubungan seks dgn pacar kita tanpa memaksanya meski awalnya dia tdk mau.


Ajaran itu tdk ajaib-ajaib amat karena modalnya cuma obat tidur atau obat perangsang tergantung situasinya. Trik yg berbahaya memang tp kagak bisa jg dipraktekin jg ( karena kejombloanku itu ). Namun akhirnya berkat trik itu, aku memang bisa melepaskan kerperjakaanku tp rupanya trik itu menjadi senjata makan tuan.


Berkat trik dari Ridwan itu aku berhasil menyetubuhi Intan, pacar Ridwan sendiri, dan sampai kini Ridwan tdk mengetahuinya. Itupun bukan aku yg melakukan trik tersebut tp Kamil, anak kost satu lagi teman kita berdua, dan aku cuma kecipratan “getah” enaknya saja.


Ceritanya Ridwan itu doyan gonta-ganti pacar dan sepertinya setiap pacarnya pasti pernah dia setubuhi. Di tahun terakhir kuliahnya dia punya pacar serius, namanya Intan. Dibilannya serius karena kata Ridwan dgn Intaninilah dia ingin menikah. Di mata Ridwan , Intanadalah cewek yg sempurna. Kalau dari segi fisik, Intan memang seksi, cantik, putih dan montok. Buah dadanya lumayan menantang dgn pinggul dan perut yg ramping. Rambut panjang dgn wajah yg menawan.


Intan sering berkunjung ke kamar kost Ridwan . Entah datang sendiri atau datang bersama Ridwan . Mungkin Ridwan menjemputnya terlebih dahulu karena Intan kuliah di universitas yg berbeda. Rasanya setiap kali Intan datang berkunjung, mereka selalu “main” dalam kamar Ridwan . Itu ditandai dari suara rintihan Intan yg sering terdengar ketika sedang disetubuhi oleh Ridwan . Meski setiap kamar kost di rumah itu cukup besar tp tetap saja ada suara yg terdengar ketika mereka sedang bersetubuh.


Malah terkadang ada suara jeritan dari Intan ketika dia mencapai puncak kenikmatannya. Biasanya setelah itu kegaduhan mereka berakhir dan itu artinya mereka telah selesai atau telah tertidur. Tp jika Ridwan hasratnya sedang menggebu-gebu maka dia akan menyetubuhi Intan terus menerus seperti kuda liar sepanjang siang atau sepanjang malam tergantung waktu kedatangan Intan. Ini ditandai dgn suara rintihan Intan yg terjadi berulang-ulang dan terus menerus dari arah kamar Ridwan .

Tdk jarang Intan sampai bermalam di kamar Ridwan meski tdk pernah sampai berhari-hari. Demikianlah, Ridwan si raja sesat, begitu kami menyebutnya dan kegiatan birahinya dgn Intan. Kami dan anak kost yg lain hanya bisa maklum dan mencemburui “keberuntungan” Ridwan .


Oh ya di rumah itu hanya ada 3 kamar kost yg diisi oleh Ridwan , Kamil dan aku. Kamil jg sdh punya pacar tp pacarnya itu sangat alim sehingga menolak melakukan hal-hal yg “aneh-aneh”. Tp Kamil jg sdh tdk perjaka. Dia melakukan seks pertama kali sejak SMA dan di tahun-tahun awal kuliah pun dia punya pacar di kota asalnya Jakarta dimana mereka selalu bercinta setiap kali bertemu.


Hubungan mereka akhirnya kandas setelah pacarnya itu selingkuh dan punya cowok lain. Kamil jg berasal dari kampus yg sama dgn kami dan dia setahun belakangan masuk kuliahnya dari Ridwan . Jadi mereka berdua adalah seniorku meski dua-duanya beda jurusan dari aku. Baik Ridwan , Intan, dan Kamil ketiganya berasal dari Jakarta.


Hari itu Ridwan mengerjakan tugasnya di kampus sampai malam sedang aku dan Kamil asik mengobrol saja di depan kamar masing-masing. Pukul 8 malam, Intan datang dan menyapa kami. Kamil mengatakan bahwa Ridwan masih di kampus dan kemungkinan akan pulang tengah malam. Mendengar itu Intan mengatakan akan menunggu di kamar Ridwan saja. Mungkin Ridwan belum memberitahunya sehingga Intan datang “terlalu cepat”.


Jaman itu komunikasi belum selancar sekarang karena belum jamannya smartphone seperti sekarang. Intan pun masuk ke dalam kamar Ridwan dan menunggu pacarnya itu pulang. Intan memang punya kunci cadangan Ridwan sehingga leluasa keluar-masuk kamarnya. Dan itu sering dilakukannya apalagi saat-saat itu ketika Ridwan sibuk mengerjakan proyek tugas akhirnya di kampus.


Hal ini sebenarnya tdk dibolehkan oleh ibu kost kami tp ibu kost kami tdk mengetahuinya. Ibu kost sebenarnya melarang kami membawa tamu perempuan tp dia tdk pernah mengontrol kegiatan kami di kamar masing-masing. Ketiga kamar kost kami ada diatas dan memiliki pintu belakang yg tdk bisa dilihat dari arah rumah utama dimana keluarga ibu kost tinggal.


Sejam kemudian, pukul 9 malam, aku dan Kamil masuk kamar masing-masing dan melakukan kegiatannya sendiri-sendiri. Sekitar pukul 10 malam aku turun kebawah maksudnya ingin mengambil air panas untuk membuat susu. Ketika aku di dapur aku mendengar ibu dan bapak kost sedang ada tamu. Aku bisa mendengar percakapan mereka. Dari pembicaraan yg kudengar sepertinya tamu tersebut adalah bapak dan ibunya Ridwan . Wah gimana ini, pikirku. Mereka pasti akan naik ke kamar Ridwan dan kalau sampai memergoki Intan didalamnya, bisa gawat urusannya.


Aku tdk jadi mengambil air panas dan segera keatas dan berpikir untuk memberitahu Kamil. Biar dia yg memberitahu Intan karena dia lebih senior dari aku dan dia yg lebih mengenal Ridwan serta Intan. Aku mengetuk kamar Kamil dan begitu dia membuka pintu aku segera memberitahu situasinya. Dia berpikir sebentar. Kemudian dia bukannya keluar untuk memberitahu Intan, malah masuk kembali ke kamarnya.


“Tunggu sebentar”, katanya.


“Wah, gimana sih, kok malah masuk lagi”, kataku.


“Sebentar Ri”, katanya lagi dari dalam kamarnya.


Rasanya agak lama jg aku menunggu sampai akhirnya dia keluar sambil nyengir.


“Ngapain bos?”, tanyaku.


“Ah enggak ga apa-apa”, jawabnya.


Kita ke kamar Ridwan lalu Kamil pun mengetuknya. Tdk langsung dibuka sehingga Kamil harus mengetuknya lagi. Sementara itu di ujung bawah tangga sdh terdengar suara percakapan. Dari suaranya, aku segera tahu bahwa itu adalah suara bapak-ibunya Ridwan dan bapak kost kami. Gawat, ini benar-benar gawat. Aku dan Kamil saling berpandang-pandangan dgn panik.


“Ri, do something, lo kesana cegat mereka!”, kata Kamil.


“Trus ngapain?”, tanyaku kebingungan.


“Ngapain kek, ajak ngobrol kek, yg penting mereka jangan naik dulu. Udah kesono cepetan”, perintahnya.


Maka akupun berlari turun berpura-pura mau mengambil air panas dan dibawah diujung tangga aku bertemu mereka. Aku memang berhasil menahan mereka beberapa saat. Aku beritahu bahwa Ridwan masih di kampus mengerjakan tugas sehingga bapak kost terpaksa balik ke depan untuk mengambil kunci cadangan. Sambil menunggu bapak kost, aku bercerita bahwa Ridwan sedang sibuk karena tugas akhir yg dikerjakannya.


Setelah bapak kost kembali dgn kunci cadangan, aku tdk bisa menahan mereka lebih lama karena mereka memang ingin segera naik. Aku jg tdk ingin menimbulkan kecurigaan dgn menghalang-halangi mereka naik. Di bawah segera setelah aku mengisi termos kecilku akupun naik kembali ke atas. Di atas aku lihat bapak kost baru saja membuka pintu kamar Ridwan dan menyilahkan kedua orang tua Ridwan untuk masuk.


“Hufff….syukurlah”, pikirku,


“situasinya sdh terselamatkan. Hampir saja”.


“Eh tp kemana mba Intanya?”. Tdk mungkin dia keluar lewat pintu belakang karena aku tdk mendengar suara pintu belakang dibuka. Apalagi pintu belakang sdh digrendel.


Setiap jam 9 malam, pintu belakang pasti di grendel sama orang rumah. Disamping itu dari arah ujung tangga bawah siapapun yg keluar masuk lewat pintu belakang pasti akan terlihat oleh orang tua Ridwan dan bapak kost. Jadi kemana mba Intanya?. Pintu kamar Ridwan telah ditutup dan aku mendengar suara orangtua Ridwan yg entah mengomentari apa dalam kamar anak mereka. Aku jg tdk melihat Kamil. Apa mba Intan ngumpet di kamar Kamil? Yah pasti begitu, pikirku.


Cuma itu kemungkinan yg paling baik dan paling masuk akal. Begitulah analisaku. Aku segera menemukan jawabannya karena Kamil keluar dari kamarnya menemuiku yg masih sibuk mengamati keadaan. Dia merangkulku dan membawaku agak menjauh. Dia berbicara padaku dgn suara pelan nyaris berbisik.


“Ri, lo jangan bilang Ridwan ya kalo Intan kesini malam ini?”, katanya.


“Loh, kenapa?”, tanyaku heran.


“Pokoknya jangan deh”, katanya lagi tersenyum nakal.


“Iya tp kenapa? Emangnya ada apa?”, tanyaku lagi masih tdk mengerti.


“Gini aja deh. Lo jangan bilang Ridwan dan gue janji 1 atau 2 jam lagi lo akan dapat kejutan istimewa”.


“Kejutan apaan sih? Gak ngerti ah!”, kataku lagi.


Dalam hati rasanya aku mulai mengerti akan rencana “busuk” Kamil tp aku masih belum yakin. Apakah dia akan…..? Ah tdk, tdk mungkin. Kamil dan Ridwan berteman baik, tdk mungkin Kamil sampai tega melakukannya. Tp kalau soal urusan nafsu, siapa yg tahu. Ah sdhlah aku ikuti saja kemauan Kamil dan menunggu perkembangannya.


Kami berdua masuk kamar dan sebelum masuk kamar Kamil mengedipkan matanya padaku. Aku menunggu dgn berdebar-debar dalam kamar. Apakah mereka akan melakukannya? Apakah Intan mau mengkhianati Ridwan ? Semudah itu? Dan bagaimana caranya? Lalu setelah mereka selesai maka benarkah setelah itu giliranku agar aku tutup mulut. Begitukah? Wah…kalau benar begitu maka inilah malam dimana aku kehilangan keperjakaanku. Bagaimana kalau sampai Ridwan tahu? Pikiran-pikiran itu memenuhi otakku sambil menunggu dgn harap-harap horny.


Hehehehe… Tdk sampai 1 jam rasanya aku mendengar suara-suara “aneh” dari kamar Kamil. Suaranya seperti suara rintihan yg teredam. Aku mendengar terus dgn seksama. Yak, aku yakin itu suara Intan dan sepertinya Kamil sdh berhasil menyetubuhinya. Aku mengenal dgn baik suara rintihan Intan jika sedang disetubuhi oleh Ridwan . - Agen Bola Terpercaya



Tp kali ini bukan Ridwan yg melakukannya tp teman baiknya, Kamil. Dan aku terlibat dalam persekongkolan itu. Ada rasa bersalah terhadap Ridwan tp nafsuku lebih menguasaiku. Ini jg sebagai pelajaran bagi Ridwan yg suka memamerkan pacarnya sama kami. Lagian kan dia jg yg mengajarkan sama kita bagaimana cara mendapatkan cewek hingga menidurinya. Duh, aku tdk sabar menunggu giliranku.


Sdh 15 menit sejak aku mendengar suara rintihan Intan dan sepertinya suara rintihan itu sdh hilang. Apakah mereka sdh selesai? Bagaimana kalau mereka tertidur? Wah…bisa-bisa aku gak “kebagian”. Karena mendapat pikiran seperti itu, aku segera bangkit dan keluar kamarku. Aku mengetuk kamar Kamil dgn pelan. Tak lama aku dengar suara Kamil dari dalam kamarnya.


“Siapa?”, tanyanya pelan.


“Gue, Ridwan”, jawabku jg dgn pelan.


Dia membuka pintunya sedikit dan aku lihat wajahnya yg meski agak memerah tp tersenyum sumringah.


“Udah gak sabaran lu ye?”, katanya sambil membuka pintu lebar menyilahkan aku masuk.


Ternyata Kamil bertelanjang bulat dan tdk mengenakan apapun di tubuhnya. Badannya penuh keringat dan penisnya masih basah yg meski sdh agak melemas tp masih terlihat tegang. Namun yg paling menarik perhatianku adalah pemandangan yg tersaji di atas ranjang Kamil. Seorang mahluk cantik yg sangat seksi bertelanjang bulat dgn tubuh putihnya nan indah penuh dgn keringat yg memantulkan cahaya kamar sehingga memperlihatkan erotisme yg luar biasa.


Tubuh indah itu pasti mengundang birahi setiap lelaki normal yg memandangnya. Intan tersenyum agak malu melihatku. Dia merubah posisinya yg tadinya telentang lalu kemudian melipat kakinya menutup memeknya. Dia jg berusaha menutup payudaranya dgn tangannya. Aku masih terdiam dan melongo. Beberapa kali aku menelan ludah menyaksikan keindahan tubuhnya. Tingkahku itu mungkin membuat Intanmenjadi grogi.


“Hey…kenapa bengong? Baru pertama lihat cewek telanjang ya?”, katanya lagi sambil cekikikan.


Kamil kemudian mendorongku,


“Udah situ…ambil jatah lo, itu adik lo udah bangun tuh”. Kamil dan Intantertawa menyaksikan tonjolan dalam celana pendekku.


Penisku memang sdh berdiri sejak tadi dan membuat celana pendekku terlihat menonjol. Aku memang tdk mengenakan celana dalam dan hanya mengenakan celana pendek beserta kaos oblong. Kamil kemudian duduk di kursi dalam kamarnya. Akupun duduk di ranjang Kamil tdk tahu harus bagaimana. Intankemudian bangkit dari tempat tidur.


“Sebentar ya, aku ke kamar mandi dulu. Sperma Kamil banyak banget nih”, katanya.


“Buka dong baju lo semua”, kata Kamil kemudian.


Akupun menelanjangi diriku. Aku tdk perduli lagi disitu ada Kamil. Begitu aku menarik turun celanaku, penisku melenting keatas. Hal itu dilihat oleh Intan yg sedang melap memeknya. Dia tertawa,


“Duh…udah langsung gede gitu ya?”, katanya.


Dgn tubuh indahnya yg telanjang, Intan mendekat kearahku. Saking tingginya hasratku, lututku sampai gemetar dan aku seperti menggigil kedinginan. Intan kemudian mengambil lotion ditasnya dan membalurkannya ke penisku yg sdh sangat keras. Rasanya nikmat penisku di gosok dgn tangan lentik Intanyg cantik itu.


“Mil…gemukan ini dari punya lo”, ujarnya sambil menatap Kamil. Kamil hanya tersenyum.


“Gitu ya?”, jawab Kamil.


“Kamu baring deh,” kata Intan kemudian.

 - Agen Poker Terpercaya - Akupun baring di ranjang dan Intan kemudian mengambil posisi untuk memasukkan memeknya ke dalam penisku. Detik detik kehilangan keperjakaanku aku saksikan dgn seksama dan dalam kenikmatan yg senikmat-nikmatnya. Hehehehe…. Pelan-pelan dia menurunkan pantatnya yg montok itu dan memeknya pelan-pelan menelan penisku yg sdh berdiri dgn kerasnya. Aku melihat bagaimana bibir memek Intan membuka dan seolah menghisap penisku masuk ke dalamnya. Expressi Intan jg mengagumkan. Dia menggigit bibir bawahnya dan terlihat mengeden seperti orang sedang buang air besar. Tubuhnya sampai gemetar ketika melewati bagian tergemuk dari penisku.


“Ehhhhgggg….duh gemuk amat sih nih burung”, katanya sambil mendesah.


Setelah memeknya menelan habis penisku, dia berhenti sejenak mengambil nafas.


“Kamu udah gak perjaka sekarang”, katanya menggodaku.


“Iya mba, makasih ya”, jawabku sambil mencium bibirnya.


Dia pun mulai menggoyang pantatnya naik turun. Uuuuuggghhhh….nikmat benarrr.. Jadi ini yg disebut kenikmatan seks. Jauh lebih enak dari masturbasi. Pantesan banyak orang yg ketagihan. Apalagi Intan sangat piawai menggoyang pantatnya. Kadang di maju mundurin. Kadang diputer kaya nguleg sambel. Tentu saja tanpa melupakan gerakan naik turunnya yg erotis itu. Payudaranya ikut berayun mengikuti irama goyangannya. Secara insting, aku pun mencoba menghisap dan merangsangnya di payudaranya. Ternyata Intan sangat suka. Goyangannya kini ditambah dgn erangannya yg sangat merangsang itu. Rintihan Intan yg selama ini aku dengar sayup-sayup saja, kini aku dengar dgn sangat jelas di telingaku.


“Gimana rasanya?”,tanya Intandisela-sela goyangannya.


“Enak mba…enak banget”, jawabku.


“Kalau mau keluar bilang ya sayang”, katanya tersenyum.


Uh cantik benar dia. Cantiknya beda dari biasanya. Cantik erotis. Aku sdh tdk perduli lagi dia pacar temanku. Aku jg tdk perduli ada Kamil disitu. Aku melirik sesaat ke arah Kamil. Aku lihat dia menggosok-gosok penisnya yg sdh membesar lagi. Mungkin karena belum pengalaman atau karena goyangan Intan yg maut, aku sdh sangat kesulitan menahan muntahan spermaku. Baru 5 menit aku digoyang, aku sdh tdk kuat lagi.


“Mba….aku….mau…ke…lu…arr…”. Intan segera menghentikan goyangannya dan mencabut memeknya dari penisku.


Aku agak kecewa jg karena rasa nikmatnya terputus tp ternyata Intan ingin menelan spermaku. Dia mengocok penisku dan menadahkan mulutnya dihadapan penisku. Karena sdh tdk tahan, akupun memuncratkan spermaku. Banyak sekali yg keluar. Intan langsung mewadahi muntahan spermaku itu dgn mulutnya. Dia kemudian menelan sperma sebanyak itu yg ada dimulutnya. Saking banyaknya sampai ada beberapa yg mengalir keluar dari mulutnya.


“Sperma perjaka biar awet muda”, katanya sambil tersenyum.


Aku terbaring lemas setelah gelombang kenikmatan akibat muncratnya spermaku tuntas. Intan masih dalam posisi setengah menungging di hadapanku sambil memegangi penisku yg mulai melemas ketika Kamil bangkit dari kursinya dan mendekati kami. Dia berkata,


“Intan, kamu masih belum tuntas kan?”, tanyanya sambil memegangi penisnya yg ternyata sdh menegang kembali. “Huu..kamu tuh ya”, hanya itu komentar Intan sambil tersenyum melihat penis Kamil yg menghadap kearahnya.


Kamil pun mengambil posisi di belakang Intan dan Intan yg sdh tahu apa yg akan terjadi tetap mempertahankan posisi setengah menunggingnya. Kamil kemudian mengangkat pantat Intan agak tinggi dan menariknya kebelakang dgn agak kasar.


“Hey…pelan-pelan dong” ujar Intan setengah protes sambil tertawa.

Namun tawa Intan segera berhenti dan berubah menjadi


“Owwww….”, ketika Kamil menjebloskan penisnya ke dalam lubang kenikmatan miliknya.

Kamil pun segera memompa tubuh indah Intan dan merekapun mulai mengayuh kembali kenikmatan ragawi bersama. Aku yg berada di hadapan mereka melihat dgn jelas bagaimana ekspresi keduanya. Intan dgn mulut terbuka, alis agak berkerut dan tubuh yg terayun-ayun mengikuti pompaan Kamil. Mulutnya mengeluarkan rintihan nikmat,



“ah…ah…ah….”. Melihat pemandangan seperti itu, akupun jadi terangsang lagi dan penisku yg tadinya sdh lemas pelan-pelan mulai menegang kembali.


Akupun bangkit dan mengangsurkan penisku ke mulut Intan yg segera disambar oleh si cantik itu. Kini kedua lubang atas bawahnya telah terisi. Dibawah memeknya digenjot oleh batang Kamil dan diatas mulutnya disumpal oleh penisku.


Penisku dikulum dan disedot oleh mulut mungil Intan yg tdk henti-hentinya mendesah karena dientot oleh Kamil. Karena entotan Kamil itu, Intan jadi tdk konsentrasi dalam menghisap milikku. Terkadang dia menggantinya dgn kocokan tangan. Malah semakin lama ketika entotan Kamil semakin kencang, Intan hanya memegangi penisku tanpa diapa-apakan.


Karena posisi penisku yg begitu dekat dgn wajahnya maka penisku itu hanya menggesek-gesek pipinya saja. Karena nampaknya Intan kesulitan menangani dua batang sekaligus maka aku pun mengalah. Aku turun dari ranjang dan duduk di kursi yg tadi diduduki oleh Kamil. Akupun menyaksikan persetubuhan mereka yg semakin membara.


Entah berapa lama, mungkin sekitar 10 menitan, mereka sepertinya akan mencapai puncak kenikmatan bersama. Genjotan Kamil semakin cepat sementara rintihan Intanjg semakin sering dan keras terdengar. Sampai akhirnya Kamil dgn suara agak tersengal berkata,


”Ran…gue…udah….mo…nyampe…”. Mendengar itu Intan memutar-mutar pantatnya cepat sekali mengejar kenikmatan yg ingin diperolehnya bersama.


Sampai akhirnya dalam suatu hentakan yg keras Kamil membenamkan penisnya sedalam-dalamnya didalam memek Dewi. “Aaahh….”, teriak mereka hampir berbarengan.


Di akhir semester itu sewaktu libur panjang, Ridwan mendapatkan kesempatan kerja praktek di Balongan sedang Kamil ikut acara kampus di luar negeri. Intan bolak-balik ke kost-an Ridwan untuk mengerjakan TA-nya dan TA Ridwan . Aku yg mustinya pulang liburan membatalkan rencana tersebut dan memutuskan “menemani” Intan selama Ridwan dan Kamil tdk ada. Jadilah aku dan Intan menikmati “bulan madu” selama dua minggu di kost-an. Kita entot-entotan tanpa henti selama 2 minggu tersebut kecuali Sabtu sore dan Minggu ketika Ridwan datang. Benar-benar pengalaman indah dan erotis yg tak terlupakan.


Beberapa saat kemudian Intan hamil, entah oleh Ridwan , Kamil, maupun aku, namun Ridwan selalu bisa menyelesaikan masalah itu dan dia tdk tahu kalau bibit itu tdk selalu dari dia. Menurut pengakuan Intan padaku, lelaki yg pernah berhubungan badan dengannya adalah pacarnya waktu tahun kedua yaitu kakak kelasnya ( lelaki yg mendapatkan keperawanannya ), kami bertiga, adik ibu kostnya, atasannya, pacar bulenya ( yg kemudian menikahinya ) dan pernah dgn salah satu dosen di kampusnya. Dosen itu tdk mau meluluskannya karena nilai ujiannya yg buruk namun akhirnya meluluskannya setelah merasakan nikmatnya memek Intan.


Intan sendiri akhirnya tdk jadi menikah dgn Ridwan dan menikah dgn seorang bule Australia. Kini dia tinggal disana dan terakhir kabarnya mereka akhirnya punya anak 1 setelah lama menikah. Ridwan sendiri menikah dgn seorang cewek Jakarta yg dikenalkan oleh tantenya. Sedang Kamil menikah dgn adik kelas Intan


Partai99top.net  Agen Bola, Taruhan Bola, Poker Domino, Togel, Casino, Terpercaya

  • Minimal Pasang Taruhan Rp.10.000,-
  • Minimal Deposit Rp.50.000,-
  • Minimal Withdraw Rp.50.000,-
  • Proses Deposit dan Withdraw Cukup 3 Menit

1 USER ID UNTUK SEMUA GAMES DALAM 1 WEBSITE

  • Bonus Cashback Sportbook Up To 15%
  • Bonus Rollingan Casino 0.8%
  • Promo Bonus Referal 3%
  • Promo Bonus Rollingan Poker 0.3%
CONTACT RESMI PARTAI99
  • WA : +85587419560
  • LINE : Partai99